Hari silih berganti,
Diwaktu malam kurasa sepi
Aku bagaikan penunggu
Menunggu bulan kembali mengambang
Indah bila bintang juga menghiasi
Kuselimuti hati dgn penuh rasa kasih
Ku tutupi jiwaku dgn rasa rindu
Ku meniti di setiap hembusan angin malam
Ku nyanyikan lagu berdendangkan bunyi sang cengkerik
Tapi hatiku tetap luluh.
bila malam mula melewati
aku bagaikan takut untuk menutup mata
aku bimbang tidak lagi dapatku melihat bintang
juga tidak lagi kumenatap bulan
apatah lagi hembusan angin malam
apakah esok masih ada malam
masih sempatkah ku nyatakan hasrat dijiwa
matahari bagaikan menghantuiku
kerana cahaya itu membuat kurasa hilang ketenangan malam
kurasa seperti tidak lagi menjadi penunggu setia
kerana malam buat kurasa keyakinanku kembali bertakhta
untukku meneruskan rasa yang terpendam dijiwa.

No comments:
Post a Comment